Andil Semesta

dsc01934

@kiftihislami

 

Aku tahu

Kamu tahu

Semua sama-sama tahu

Jika rasa itu ada

Mungkin lebih dari rasa

Aku berhenti untuk menemukan

Segala koinsiden antara kita

Aku tak peduli dengan semua itu

Jika segalanya terkoneksi

Maka itu adalah kenormalan gerak semesta

Gerak semesta bukannya satu ya ?

Mengkoneksikan…

Jalan

dsc01979

@kiftihislami

Aku telah berjalan sejauh ini

Mencoba meninggalkan semua yang sedang terjadi

Tapi hampa dan kosong

Allah aku ingin kembali

Kembali kepadaMu

Rindu

Tidak tahu arah ke mana

Rindu

Rindu

Rindu

Benturan benturan sampai hari ini
Bukti jika Engkau Maha Segalanya

Maha Kuasa

Maha Kaya

Maha Kasih
Maha Sayang
Mohon maaf atas segala kesombongan kemarin

Hatiku, maafkanlah

Sajak

Terimakasih telah hadir dan berjumpa denganmu

Rasanya layu dua dekade kembali hijau lagi

Bunga bermekaran

Merekah indah dan mewangi

Terimakasih telah menyentuh dan mengajari kekolotan hati

Menyemai dalam kestatisan selama 4 musim

Rasanya seperti kau mengajakku bermain dan aktif lagi

Duniaku pasif dan buntu

Tapi dirimu hadir dengan warna yang menghidupkan layu hatiku

Senyummu, diammu, ahlakmu, ilmumu

Bagiku itu tetasan surga tersendiri

Trailer surgaNya ialah segala ahklakmu

Kumenemukan diriku dalam dirimu

Semoga perpisahan ini sementara

Kita akan saling menemukan dan membunuh segala kerinduan

Atas ijinNya semua bermuara dalam redlo dunia akhiratNya

Bertiga bersama Allah kita menghabiskan sisa dunia

Langit dan bumi menjadi saksi

Bintang senantiasa menggerlapi iman,

bulan menyejukkan ikhsan,

dan matahari menyinari segala bentuk rahmatNya

Yang senantiasa mendo’akan dan menemanimu dalam semangat, jiwa, dan do’a

Perjumpaan

dsc01949

@kiftihislami

Tentang Perjumpaan
Maka itu permulaan
Oktober bulan bahasa
Seperti itu pula bahasa semesta
Tersadar tentang tanda
Tanda yang sudah tidak asing
September aku kukuhkan untuk tidak lagi
terjatuh dan tenggelam
Terjatuh dalam bayang kehilangan
Tenggelam dalam rerempahan masa lalu
Kilu tidak lagi pilu
Bagiku sakit itu belum sembuh
Terkadang tanpa sadar rasa itu kumat lagi
Jauh dalam hati
lempengan amarah bertabrakan satu sama lain
Mendengarkan sebuah irama kesakitan dan kehilangan
Mengeram mencekam kabut masa depan
Begitu hitamnya sebuah hari kemarin
Aku mengadu kepada Tuhan untuk segara melewati masa kehilangan
Setiap sisa malam ada ruang kosong yang terbuka
Entah itu apa
Yang terasa hanyalah kosong
Ruang, mungkin sang pencipta bermaksud lain
menyurh mengisi ruang kosong tadi
membersihkan ruang kosong tadi
Menjamu segala tamuNya
Mencumbu segala bentukNya
Yang Maha Kasih telah menebarkan benih-benih kasih dalam malam itu
Semua ingin bermalam denganNya

Imajinasi

Ketika dua hati saling mengisi

Semoga segala ego menepi

Kesetaraan, memahami, mendukung menjadi garam dalam sayur

Akankah sesuatu perasaan dalam diam akan menyatukan dua insan yang terpisah waktu, jarak, dan dunia ?

Akankah yang terserak terhimpun dalam redlo pernikahanNya ?

Dalam do’a, ucapan dan pengakuan tentang hasrat ingin memiliki melebur

Tempat paling aman dan rahasia bernama do’a

Bertemu dalam munajat di sepertiga malam

Tuhan melihat masing-masing kita menangis dan tersuruk

Tembok tembok dunia mengamini

Semesta merestui

Hingga waktunya tiba…

Masing-masing dari kita menyadari dan menemukan

Segala Puji BagiNya Tuhan Seluruh Alam 🙂