Pulang…

Dia ingin segera berjalan lebih jauh

Namun rindu untuk pulang itu ada

Ditempis itu sebagai bayangan yang selalu menggoda di setiap sudut memori

Perlahan melewati batas mimpi dan angan

Dia segera beranjak dari lamunan ini dan menemukan dirinya hanya seorang perempuan

Dia terus bertanya kepada Tuhan,

“Tuhan, rumah yang mana yang seperti apa namanya diukir di kotak alamat”

Dan dia siap untuk pulang ke rumah ketika dia harus kembali

Berkarir di dalam dan luar rumah

090513_rumah362

Berdasarkan pengamatan, sesi diskusi, dan curhat dari yang lajang hingga berkeluarga maka ada beberapa pandangan masyarakat ketika perempuan berkarier di luar rumah. Mulai demi alasan pengahargaan, keeksistensian, keselamatan, keamanan, keefektifan dan lain sebagainya. Namun apakah selamanya perempuan bergantung pada laki-laki ketika nanti hidup berumah tangga?

Berikut beberapa alasan dan sudut pandang tentang isu terkait:

Saya kira itu tergantung bagaimana negosiasi dan visi hidup kedua belah pihak bisa berjalan bareng kalau memang ingin berkarier di luar rumah itung-itung buat bantu suami. Iya memang itu tidak kewajiban istri dalam mencari nafkah. Kalau memang itu tidak memberatkan tugas perempuan sebagai istri dan ibu maka boleh boleh saja. Asalkan suami mendukung lahir dan batiniyah. Dan tentunya mendapat restu dari suami. Toh tidak ada salahnya ketika perempuan sama-sama berlulusan sarjana, master, doctoral, SMA sekalipun berkontribusi buat masyarakat di sekitarnya. Mengamalkan ilmu dan pengalaman apa yang telah diperoleh. Itu bukan salah kan ? Bukankah itu suatu perbuatan mulia ?

Ketika istri mempunyai gelar dan gaji yang lebih tinggi bukan berarti istri melakukan penjajahan pada suami. Role dalam organisasi keluarga tentu masih amat sangat berlaku. Tahu, mengeri, dan memahami memimpin dan dipimpin.

Dan ketika suami mempunyai gaji yang banyak sedangkan istri berkarir di dalam rumah sebagai ibu rumah tangga ya masih tetap tidak apa-apa asalkan sama-sama masih saling terbuka income dan outcome dari dan hendak ke mana saja. Masalahnya ada kejaadian sang suami tidak buka-bukaan terhadap gaji ataupun income tiap bulannya, walhasil ada yang dipakai buat bersenang-senang dengan wanita lain. Hehe

Ada juga alasan kenapa sang suami menyuruh agar di rumah saja. Misalnya tidak ingin membuat sang istri capek, lelah, dan lesu. Ehem takut kehilangan agar nggak kegoda dengan pria lainnnya. Intinnya membahagiakan dan menjamin kemanan mulai dari hal terkecil. Ihh so sweet skali kalo yang ini… ^_^