Asyiknya kuliah Bahasa Inggris

01-07-13-karen-lamb-quote-start-today

source: google

Siapa yang tidak mengenal bahasa Inggris? Semua pasti sudah pada kenal dan sangat fasih untuk melafalkan yes or no. Bahasa yang lahir di pulau Britania ini telah membius dunia untuk menjadikannya sebagai bahasa Internasional. Nah kalau pendidikan bahasa Inggris? Tidak jauh beda kok sebenarnya dengan bahasa Inggris yes or no hanya aja penerepan untuk specific purposenya buat teaching and lecturing. Yap bakal jadi guru bahasa Inggris nantinya. Tapi nggak semuanya. Berikut beberapa keasyikan menjadi mahasiswa pendidikan bahasa Inggris:

  1. Lebih bisa belajar agak mendalam mengenai bahasa Inggris itu sendiri, metode dan pendekatan mengajar yang beraneka ragam. Tidak hanya tenses namun ada hal-hal baru seperti history of English, discourse analysis dan functional grammar yang kita tidak ditemukan selama sekolah di sekolah formal. Tambahan lainnya kita bisa mendesign metode dan teknik mengajar untuk mentransfer disiplin ilmu tersebut.
  1. Akan kamu temukan mata kuliah-kuliah yang unik yang tidak ada di jurusan manapun. Misalnya CCU (Cross Cultural Understanding) dan Drama. Mungkin di beberapa kampus tidak ada, atau hanya ada CCU tapi drama tidak ada, atau malah sebaliknya. Tergantung kurikulum yang diaplikasikan di tiap angkatan dan universitas. Belajar CCU itu mengasyikkan. Kenapa? Kita ditempa untuk menghormati, mengerti, dan mengenal budaya, subkultur, dan beragam perbedaan lainnya dari seluruh negara di dunia. Dan asyiknya di akhir jam pelajaran dosen mengajak berdiskusi seolah-olah kita dibawa menjadi mereka (masyarakat dunia) dan tiba-tiba keluar kembali lagi menjadi diri kita lagi (warga Indonesia). Di kelas drama sama seperti teater namun memakai bahasa Inggris. Because we’re as candidate English teachers, so pelatihan keluwesan mengajar bisa diaplikasikan lewat drama ini. Selain itu ilmu keberanian berbicara di hadapan banyak orang (public speaking) ikut terasah juga.

20150213_135535-Doc. pribadi Public Lecture “climate change” 2015-

 

  1. Kamu lebih berpeluang bisa keterima di student exchange atau short course ke Luar negeri. Di sini kamu sudah terbiasa menggunakan bahasa Inggrismu secara pasif dan aktif. Jadi first requirement untuk skor TOEFL / TOEIC/ IELTS bisa tercapai. Well ketika di tahap wawancara udah bisa terbiasa cis cus cas :D. Atau nanti ketika setelah lulus mau lanjut di postgraduate/ pasca sarjana / program master /S2 kita sudah punya bekal bahasa Inggris sebelumnya.

    IMG_3154 -Doc.pribadi.KPN/LRPB.2013.Sail.Komodo

     

  1. Kebanyakan teman-teman bahasa Ingggris berpikiran terbuka dan menerima terhadap hal-hal baru. Di Kudus ada perbedaan cara pandang dan pola pikir mahasiswa bahasa Inggris dengan progdi (program pendidikan) lainnnya di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Misal di progdi bahasa Inggris masih ada yang kaya begini mahasiswanya. Sudah ada peraturan khususnya hanya aja masih pengen jadi beda. Guru yang notabenenya rapi, berseragam, bersepatu fantofel dan lurus memberikan contoh baik yang umumnya di masyarakat. Mendadak tidak seperti yang dibayangkan. Misalnya mereka lebih berani “liar” untuk ide maupun penampilan yang semi-semi seniman alias terkadang sering nggak mematuhi aturan fakultas gitu deh. Hahahaha :D. Rambut gondrong, sandal gunung, jeans bolong masuk di kelas. Ckikikik 😀

    dsc05047

    @kiftihislami

  2. Karena lebih condong menerima hal-hal baru kebanyakan arek-arek bahasa Inggris banyak yang belajar dan mengembangkan diri di organisasi dalam maupun luar kampus (LSM, NGO, social voluenterism, and so on). Walhasil kebanyakan banyak yang menjadi aktivis. #bahasa.inteleknya.gitu 😀

    dsc02999

    @kiftihislami

  3. Kabar menggembirakan terkini tidak semua yang belajar di progdi ini berprofesi menjadi seorang guru bahasa Inggris lhoo. Namun mereka bisa menjadi pekerja di perusahaan swasta lainnya. Seperti banker, translator, atau interpreter.

    advice

    Geschäftsmenschen besprechen die Arbeit source: google

  4. Stay ordinary in the elegance. Kebanyakan teman-teman bahasa Inggris penampilannya tidak begitu neko-neko. Masih up date in fashion tapi nggak begitu lebay secara appearance. Masih agak lempeng/ lurus gitu lah dibanding progdi lainnya. 😀

    168066_1269911525003_1746300917_511344_1818423_n

    @kiftihislami

  5. Menjadi mandiri. Sisi lain sedikit pemenuhan kebutuhan teman-teman bisa part-timean. Biasanya mengajar privat ataupun join di kursus, bimbingan belajar maupun mendirikan English course sendiri/ grup. Atau jadi penerjemah dadakan. Misalnya jasa men-translete abstrac skripsi dari lain progdi. Lumayan nambah tebel kantong 😀

    translation-services

    source: google

  6. Studying English dijamin nggak ada matinya. Insyaallah, prospek ke depan masih luas dan makin dibutuhkan seiring berkembangnya regulasi kerjasama perdagangan dan perjanjian internasional lainnya.

    20151203192444

Lalu hal kurang begitu asyiknya  menjadi mahasiswa bahasa Inggris apa dong ?? Tidak banyak sih. Mungkin ini yang menjadi sedikit jamu. #Lho?

  1. Ketika presentasi menggunakan bahasa Inggris full. Terkadang ini menjadi tantangan tersendiri untuk lebih berparafrase bagi pribadi yang menyukai tantangan namun menjadi momok yang menakutkan bagi yang belum bisa berbicara lancar. Muehehehe. #kaya.ane.dulu 😀
  2. Ketika memasuki masa skripsi, seminar dan sidang all of the draft must be in English. #Ya iyalah 😀
  3. Tuition feenya lumayan mahal, jadi harus benar-benar bisa prihatin dan serius belajarnya. 😀

Tidak begitu menakutkan, menyeramkan, dan membosankan kuliah di progdi Pendidikan Bahasa Inggris. Asalkan semua yang sulit dijadikan tantangan dan dari tantangan dijadikan peluang maka semua akan baik-baik saja :D.
#kata.motivasi.hidup.di.bebarapa.novel 😀

olahraga-ekstrem

source: google

Thus, are you wanna be a jack of English trander ?